The Devil’s Teardrop [Chap. 4]


Title : The Devil’s Teardrop

Cast :

Super Junior Member, mungkin nanti akan ada cast tambahan.

Genre : Romance, Angst, Misteri, Tragedi

Rating : T to M for Blood and NC (maybe buat NC-nya tapi..hehe)

Warning : Character-death, miss typo karena gak di dedit berulang kali, dan sejenisnya. Don’t Like Don’t Read.

Summary : penyiksaan yang membuatku jadi seperti ini…!!!

Disclaimer : Fic ini milik saya dan Ceil unn kecuali pemain di dalamnya .

.

.

.

00000000

.

.

.

Dini hari pukul 03.00

“Hem….??” sahut suara seseorang dengan nada yang berat.

“Ada tugas untuk mu Mr. Black.” Jawab suara di seberang.

“Apalagi Sooman-sshii??” tanya Mr. Black.

“Aku ingin kau menghabisi saingan bisnisku yang bernama Lee Donghae.” Sahut Sooman

“Hem… kapan??” tanya Mr. Black

“Hem… tidak hanya satu yang harus kau habisi Mr. Black, tapi dua. Malam Jum’at minggu depan aku akan mengadakan pesta. Aku akan mengundang kedua orang yang akan kau bunuh itu. aku kan mengirimkan fotonya padamu nanti. Namanya Kim Yesung dan Lee Donghae. Mereka berdua teman akrab yang harus kamu habisi bersama malam itu.” jawab  Sooman.

“Hem… aku mengerti.” Jawab Mr. Black.

Klik….

Sambungan telpon terputus, Mr. Black menghisap rokoknya di tengah udara malam yang dingin.

“Hem… dua orang sekaligus?? Haha… aku akan menghabisi mereka sesuai keinginan mu Lee Sooman. Tak kusangka kau licik juga orang tua.” Katanya kemudian terkekeh sendiri.

Sepertinya sekali lagi kepolisian Seoul akan mengalami kasus yang semakin pelik yang akan menghilangka kepercayaan rakyat terhadap kinerja mereka sebagai aparat keamanan.

.

#

.

07.00 Pagi di Keluarga Yesung

.

“Hem… pesta ya?” ujar Yesung pelan.

“Kenapa yeobo?” tanya sebuah suara dari belakangnya.

“Ah…. undangan Wookie chagi, aku mendapat undangan untuk pesta Sooman-sshii nanti malam,” jawabnya sambil berbalik kearah istrinya tercinta, Kim Ryeowook.

“Ah….oya yeobo, Zhoumi nanti akan kesini. Sebaiknya kita menjemputnya di bandara. Dia bilang ingin liburan disini selama dua minggu,” kata Wookie lagi.

Nde…. kita akan menjemputnya sekarang yeobo,” sahut Yesung sambil tersenyum. Dipeluknya istrinya tercinta itu dan dikecupnya lembut bibir mungil Wookie. Setelah itu Yesung langsung berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan badannya.

‘Kring….kring….kring’

Tiba-tiba bunyi telpon rumah berdering dan Wookie langsung mengangkatnya.

Yoboseyo?” jawabnya.

Ahjumma, ini aku Zhoumi,” sahut suara di seberang telpon.

“Ah… Mimi-ah, kau sudah di bandara?” tanya Wookie.

Nde, aku sudah di bandara,”

“Ah… tunggu sebentar chagiya, kami akan menjemputmu,” jawab Wookie.

“Nde, aku akan menunggu.”

Klekk

Wookie menutup sambungan telponnya.

“Nah yeobo, ayo kita pergi ke bandara menjemput keponakan kita tercinta,” kata Wookie pada Yesung.

“Ne.. kajja,” sahut Yesung langsung menarik istrinya keluar rumah menuju ke Bandara.

.

Skip Time

.

Yesung dan istrinya telah tiba di bandara, mereka melihat keadaan sekitar untuk mencari keberadaan Zhoumi hingga akhirnya mata mereka tertumbuk pada pemuda jangkung berambut merah yang sedang duduk bersandar melepas lelahnya di kursi tunggu.

“Itu dia yeobo, ayo kita datangi,” ajak Yesung yang kembali menarik tangan istrinya.

“Zhoumi-ah,” panggil Wookie senang.

“Ah… ahjumma, ahjussie,” seru Zhoumi senang.

Mereka berpelukan sebentar sekedar melepas rindu masing-masing.

“Ayo kita segera pulang, Jumma sudah masak makanan kesukaan mu chagiya,” kata Wookie senang.

Mereka akhirnya kembali pulang bersama dengan wajah yang ceria.

.

#

.

07.00 Pagi di Keluarga Donghae

.

Appa, umma dapat undangan nih dari Sooman ahjussie,” seru Minnie dari arah ruang tengah.

Kedua orang tuanya segera berjalan keruang tengah begitu mendengar teriakan Sungmin.

“Undangan apa chagi?” tanya Donghae, appa Sungmin.

“Nggak tau, katanya sih undangan pesta tahunan perusahaan Sooman ahjussie,” jawab Sungmin.

Donghae mengambil kartu undangan dari tangan Sungmin dan membacanya.

“Hem… jam 7.00 dan kita semua di undang, apa kau akan menemaniku yeobo?” tanya Donghae pada Eunhyuk, istrinya.

“Iya yeobo aku akan menemanimu. Bagaimana dengan mu Minnie, apa kau akan ikut bersama kami?” tanya Eunhyuk pada anaknya.

Ani umma, aku mau nemanin Henry pergi jalan-jalan nanti malam,” jawab Minnie.

“Hem… mau kemana kalian? Bagaimana kabar Henry chagi? Apa dia masih shock dengan kejadian satu bulan yang lalu?” tanya Donghae pada putri tunggalnya itu.

“Hah… entahlah appa, aku rasa dia belum bisa melupakan kejadian satu bulan yang lalu itu. makanya aku mengajaknya jalan-jalan malam ini, yah… sekedar memberikan hiburan buat dongsaeng ku itu, agar dia melupakan kejadian malam itu,” jawab Minnie lirih.

“Kasian Henry, dai masih sangat muda untuk melihat kejadian mengerikan itu. Buatlah dia bisa melupakan kejadian malam itu sayang, walaupun dia nggak akan melupakan sepenuhnya,” pinta Eunhyuk sambil mengelus-elus sayang rambut anaknya.

Minnie hanya mengangguk dan menyandarkan kepalanya di bahu ummanya itu, dia begitu prihatin akan nasib yang menimpa saudaranya itu. hatinya terus mengutuk perbautan keji pembunuh pamannya itu. Dia tak bisa membayangkan kalau kejadian itu menimpa dirinya, dia harus kehilangan appa atau ummanya dengan keadaan yang sesadis itu. membayangkan itu semua dia  memeluk kedua orang tuanya dengan erat.

Waeyo chagiya?” tanya Eunhyuk.

Ani umma, aku hanya ingin memeluk kalian saja, entah kenapa aku sangat ingin bermanja-manja sama umma dan appa hari ini,” jawabnya.

“Hahaha…. tumben kau manja sekali hari ini chagi, hem?” kata Donghae sambil mengacak-acak rambut anaknya.

Mereka bertiga tertawa bahagia, mereka tak mengetahui jalan yang telah di gariskan untuk mereka yang bisa menimbulkan sedih, luka dan dendam.

.

#

.

07.00 Pagi di Keluarga Kangin

.

“Siwon-ah, Kyuhyun-ah cepatlah turun, kita sarapan bersama,” seru Leeteuk kepada kedua putranya itu.

Ne… umma,” jawab mereka serempak.

Tak lama kemudia mereka berdua memasuki ruang makan itu, dan keluarga Choi itu makan bersama sambil bercengkrama.

“Ah… iya, appa lupa, malam ini kita dapat undangan pesta dari rekan bisnis appa yang namanya Lee Sooman jam 7.00 nanti,” kata Kangin di tengah makan malam mereka.

“Undangan apa yeobo?” tanya Leeteuk.

“Undangan tahunan yang selalu diadakannya untuk pestanya itu. dia mengundang semua keluarga kita untuk datang, bagaimana apa kau akan menemaniku yeobo?” tanya Kangin kepada istrinya.

“Ne, tentu saja aku akan menemanimu yeobo,” jawab Leeteuk sambil tersenyum.

“Hah… dunia serasa milik berdua deh,” celetuk Kyuhyun yang langsung mendapat geplakan dari hyungnya.

“Sopanlah Kyu, apa kau tak senang meilhat appa dan umma mesra seperti itu?” tanya Siwon pada  dongsaengnya itu.

“Hahaha… sudah-sudah, jangan dipermasalahkan lagi. Bagimana apa kalian akan ikut serta?” tanya Kangin pada kedua putranya itu.

Ani appa, aku ada janji dengan Kibummie malam ini,” jawab Siwon sambil menyuap sesendok nasi.

“Heyooo… hyung mau ngapain sama Kibum noona???” goda Kyuhyun.

“Mau ngapain???” tanya balik Siwon dan Kyuhyun mengangguk.

“Mau tau aja urusan orang,” jawab Siwon dan Kyuhyun langsung mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban hyungnya.

“Lalu kau Kyu, apa kau akan ikut dengan kami?” tanya Leeteuk pada anak keduanya itu.

Ani umma, aku ada janji sama Zhoumi hyung malam nanti. Aku mau mengajaknya jalan-jalan,” jawab Kyuhyun sambil meneruskan makannya.

“Zhoumi??” tanya Kangin.

Nde… Zhoumi hyung, keponakannya Yesung ahjussie, dia baru saja datang dari China hari ini,” jawab Kyuhyun.

“Ahhh… Keponakannya Yesung ahjussie. Aaaa… kau mau jalan dengan Zhoumi atau mau jalan dengan Minnie anak Donghae ahjussie itu Kyunnie?” goda Siwon.

“Ya… hyung, apaan sih, dari mana nyambungnya coba? Yesung ahjussie hyung bukan Donghae Ahjussie. Hyung tuli ya???!!!” seru Kyuhyun jengkel.

“Hahaha… umma dengar dari hyung mu kau menyukai Minnie-ah Kyunnie. Apa benar itu?” tanya Leeteuk.

“Aish… umma nggak usah ikut-ikutan hyung ngeledek aku deh,” seru Kyuhyun jengkel.

Dan ketiga orang tersebut tertawa melihat muka merah Kyuhyun saat itu, mereka semakin menggoda Kyuhyun hingga membuat Kyuhyun harus dengan susah payah menghentikan kejahilan keluarganya itu.

.

#

.

07.00 Pagi di Kediaman Lee Sooman

.

“Siapkan semuanya serapi mungkin, kita akan mengadakan pesta yang besar sekali malam ini, dan tentu saja berbeda,” kata Sooman kepada semua pembantunya.

“Baik tuan,” jawab semua pembantu itu serentak.

“Bagus, segera kembali kerjakan tugas kalian. Ingat harus rapi dan bersih, pesta akan dimulai jam 7.00 malam ini,” pesannya kepada semua bawahannya itu.

“Baik tuan,” serentak mereka menjawab lagi dan langsung keluar dari ruangan boss mereka itu.

“Hem… perlahan semua saingan ku akan habis… khukhukhukhu,” ujar Sooman pelan.

Dia kemudian mengambil handphonenya dan menekan sebuah nomor yang sangat dihapalnya.

Klekk

Terdengar bunyi tekpon terangkat.

“Malam ini, jam 07.00 acara akan dimulai Mr. Black dan kuharap kau bisa menjalankan tugasmu dengan baik,” kata Sooman.

”……”

“Baiklah, aku harap rencana ini berhasil,” katanya lagi dan kemudian menutup sambungan telponnya Dia tersenyum misterius setelah itu.

.

#

.

Saat ini Sungmin sedang berjalan ke mall bersama Henry, dia sengaja mengajak Henry jalan lebih cepat dari waktu yang dijanjikannya agar saudaranya itu bisa melupakan kejadian yang meyakitkan itu.

Unnie, kita beli es krim yuk?” ajak Henry pada Sungmin.

“Kau mau makan es krim?” tanya Sungmin.

Nde… aku ingin makan es krim,” jawabnya.

“Baiklah kita beli,” kata Sungmin langsung menarik tangan Henry masuk ke kedai es krim itu.

Mereka memesan dua cup es krim dan duduk di meja mereka, mereka asik mengobrol berdua hingga pesanan mereka datang.

Sungmin melihat Henry yang tengah melamun sambil mengaduk-aduk es krimnya. Dia merasa sakit melihat pancaran sedih dan kecewa yang terlihat dimata itu.

“Henry-ah, kenapa kau hanya mengaduk-aduk eskrim mu saja??? Bukannya kau tadi yang meminta untuk membeli es krim, hem???” tanya Sungmin pelan.

Unnie, aku kangen appa.” Jawab Henry lirih.

Sungmin diam seketika, perlahan dia berdiri dan berjalan mendekati Henry, dirangkulnya pundah Henry dengan sayang dan dielusnya rambutnya dengan lembut. “Kau harus bisa mengiklaskan kepergian appa mu chagiya, kalau tidak beliau tak akan tenang di surga. Kalau kau kangen dengan appa mu, kita kemakamnya sekarang hem???”

Henry mendongak menatap Sungmin dan mengangguk. Sungmin menarik tangan Henry pelan dan mereka berjalan meninggalkan kedai es krim itu, namun sesuatu terjadi.

Brukkk

“Ahhh… appo,” ringis Henry saat dia terjatuh dengan badan seseorang menimpanya.

“Henry-ah, gwaenchana???” seru sungmin panik.

Sungmin langsung berjongkok didekat Henry dan menarik seseorang yang tengah menindih tubuh kecil Henry itu.

Aigoo… Zhoumi hyung, kenapa kau ceroboh sekali sih?” suara seseorang mengalihkan pandangan Sungmin.

“Kyuhyunie…” panggilnya.

“Eehh… Minnie??? Sedang apa kau disini?’ tanya Kyuhyun kaget.

“Ah… abaikan, bantu aku menyingkirkan manusia tinggi ini dari tubuh dongsaengku,” pinta Sungmin.

“Ya… namaku Zhoumi gadis manis,” kata Zhoumi sambil tersenyum manis menggoda Sungmin.

Plakkk

Kyuhyun menampar kepala Zhoumi. Zhoumi mendelik kearah Kyuhyun dan diabaikan.

“Masa bodoh, menyingkir dari tubuh adikku manusia tinggi kepala merah,” ujar Sungmin sinis.

Kyuhyun meringis senang mendengar sebutan Sungmin buat Zhoumin, dia menarik tangan Zhoumi agar berdiri dan Sungmin membantu Henry untuk berdiri.

Gwaencahan Henry-ah?” tanya Kyuhyun.

“Ehm… gomawo,” jawab Henry mengangguk.

“Kau mengenal mereka Kyu???” tanya Zhoumi.

Nde… kenalkan, ini Lee Sungmin putri dari Donghae ahjussie dan Eunhyuk ahjumma. Dan ini adalah Henry putri dari Shindong ahjussie dan Nari ahjumma. Henry-ah, aku turut berduka untuk Shindong ahjussie,” ujar Kyuhyun.

Nde… gomawo oppa,” jawab Henry sambil tersenyum pilu.

“Ahh… kalian mau kemana?” tanya Zhoumi.

“Kami mau kemakam Shindong ahjussie, Henry merindukan appanya,” jawab Sungmin.

“Hem… bolehkan kami ikut?” tanya Kyu.

“Kalau kau tak keberatan tak apa oppa, kajja unnie kita pergi,” jawab henry sambil menarik tangan Sungmin.

Nde…  kajja hyung, kita ikut mereka aja,” Kyuhyun menarik tanga Zhoumi yang mau tak mau hanya menurut saja.

.

#

.

Hangeng tengah berbaring di dalam kamar apartemennya, dia mengambil izin sehari ini untuk tidak kekantor. Bahkan dia mengabaikan semua panggilan dan pesan dari Heechul.

Yang dilakukan oleh pria tampan itu hanya menghela nafas, seperti seseorang yang menanggung beban berat dalam hidupnya.

Berbagai macam kenangan masa lalunya bergulir di otaknya. Dia memejamkan matanya menerima semua kenangan itu dalam memori otaknya, yang sesungguhnya dia sangat hafal dengan semua kenangan-kenangan itu.

Kenangan yang telah merubahnya menjadi seperti saat ini.

Seringaian mengerikan terbentuk diwajahnya.

.

#

.

Heechul memandangai handphonenya dengan gelisah, sejak tadi panggilan dan smsnya tak mendapat balasan dari Hangeng. Siwon yang memperhatikan Heechul jadi tertawa geli sekali.

Wae?” tanya Heechul sinis.

Ani… aku hanya heran saja dengan kalian berdua, bukankah dulu saling melempar kata-kata sinis hingga kabar terakhir kudengar kalian sudah jadian. Hahaha… dunia memang tak bisa ditebak,”  ujar Siwon.

“Kau menghinaku heh???”

Anio Heechul-ah, aku hanya merasa lucu saja. Jangan menganggapnya lain,” jawab Siwon cepat.

“Kau gelisah dia mengabaikanmu?” tanya Siwon.

Heechul menoleh mentap Siwon, “Hem… dia mengabaikan semua pesan dan panggilanku, aku heran ada apa dengannya? Tak biasanya dia begini.”

“Kenapa tak kau datangi saja nanti setelah pulang kerja,” usul Siwon.

“Ah… kau benar juga, aku akan mendatanginya nanti,” setuju Heechul.

“Baiklah, kau bisa ikut denganku nanti. Aku juga akan mengunjungi Kibumie,” sahut Siwon.

Heechul mengerling jahil menatap Siwon, namun sebelum Heechul sempat menggodanya Siwon sudah berlari keluar menghindar.

“Cih… menyebalkan,” gerutu Heechul.

.

#

.

Saat ini Lee Sooman telah berdiri di tengah ruangannya, yang akan menjadi tempat dimana pesta akan dimulai. Dia menatap keseluruh ruangan yang telah siap untuk diapakai.

“Malam ini, malam ini kalian akan habis,” kekehnya mengerikan.

Beberapa pelayan yang mendengar itu merinding bulu kuduknya, dengan cepat mereka pergi menghindar.

.

#

.

Terlihat seseorang berpakaian serba hitam tengah berjalan memasuki sebuah gedung mewah tak berpenghuni, dimana gedung itu akan menjadi tempat diselenggarakannya “pesta” besar nanti malam. Dia memasuki gedung mewah tersebut dengan santai, menyiapkan segala keperluan dengan tenang.

Pria tersebut mengambil telpon genggamnya dan menghubungi seseorang.

Cklek

“Ada tugas boss?”

“Ya… kalian ikuti seseorang yang bernama Kyuhyun, Siwon, Sungmin, Henry dan Zhoumi. Bawa ke alamat yang aku kirimkan nanti jam 08.00 tepat. Mengerti?” jawabnya.

“Ok  boss”

“Haha… malam ini aku akan kembali berpesta dengan puas, kau hanya menyuruhku membunuh dua orang Lee Sooman, tapi aku akan langsung membunuh tiga orang itu.” ujarnya dingin.

.

#

.

07.00

.

Ruangan yang sudah tersulap itu menjadi ramai dengan kedatanga kolega-kolega Lee Sooman, dia memasang wajah tersenyum penuh keakraban menyambut tamunya itu. sungguh sesuatu yang lain yang tersembunyi dari dirinya.

Sejenak matanya menangkap sosok Kangin yang tengah berjalan menghampirinya.

“Nikmatilah pesta ini Kangin, hidupmu hanya malam ini saja,” ujarnya dalam hati dan tersenyum ramah menyambut uluran tangan Kangin.

“Kau datang sendiri?” tanyanya.

Ani, aku datang dengan istriku. Ah… yeobo kemarilah,” panggil Kangin ke Leeteuk yang tengah asik berbincang dengan Eunhyuk.

“Ahh… Eunhyuk-sshi, mana Donghae?” tanya Sooman.

“Dia sedang kembali ke mobil tadi, mengambil barangnya yang tertinggal. Ahh… itu dia bersama dengan yesung dan Wookie,” jawab Eunhyuk.

Terlihat Donghae yang sedang bercengkrama sambil berjalan kearah mereka dengan Yesung dan istrinya.

“Ahh… kalian sudah datang?” sambut Sooman.

Nde…” jawab mereka.

“Baiklah, nikmatilah pestanya, aku akan menemui yang lain,” ujar Sooman lalu pergi.

Dan mereka akhirnya mengobrol bareng, para suami itu hanya tertawa saja melihat istri-istri mereka bercerita dengan serunya.

Waktu terus berjalan dengan cepat, dan tak terasa pesta akan berakhir lima belas menit lagi, tiba-tiba Yesung, Donghae dan Kangin menerima pesan dalam jarak waktu yang berbeda, berselisih lima menit dimana bunyi pesan itu menyuruh mereka datang kesuatu tempat dengan segera.

Mereka merasa curiga dengan pesan tersebut, namun mendengar ancaman kalau anak dan keponakan mereka dalam bahaya mereka segera pergi tanpa memberi tahu istri mereka yang masih sangat asik mengobrol.

.

#

.

Yang pertama menerima pesan itu adalah Yesung, air muka Yesung langsung berubah begitu membaca isi pesan itu namun sebisa mungkin dia berusaha untuk tenang. Diliriknya istrinya yang masih asik mengobrol dengan temannya dan perlahan dia melangkah mundur.

Setelah dia yakin istrinya tak melihatnya Yesung berlari keluar ruangan itu dan menuju ketempat yang dimaksud, sebuah gedung mewah namun tampak mengerikan yang tepat berada di samping rumah Lee Sooman.

Dengan cepat dia berlari kearah gedung itu, dia takut terjadi sesuatu dengan Zhoumi, keponakannya.

Yesung tiba dihalaman gedung itu dan langsung berlari kedalam, namun belum jauh dia masuk seseorang memukul tengkuknya dengan kuat dan membuatnya pingsan.

.

#

.

Berselang lima menit setelah kepergian Yesung, Donghae menerima pesan yang bunyinya sama dengan isi pesan Yesung.

“Datanglah ke Gedung di sebelah rumah Lee Sooman kalau kau ingin anakmu selamat!!!”

Donghae terkejut membaca isi pesan itu, seperti yang dilakukan Yesung dia mengamati istrinya yang tengah asik berbicara, perlahan dia mundur kebelakang dan berlari keluar ruangan itu.

Kangin yang melihat kedua temannya mundur perlahan dari ruangan hanya mengira mereka sedang ke toilet, jadi dia menghampiri rekannya yang lain dan mengobrol dengan mereka.

Donghae terus berlari hingga dia sampai di gedung yang berdiri dengan kokoh di samping rumah Lee Sooman. Dengan cepat dia memasuki gedung itu dan dia mengalami nasib yang sama seperti Yesung.

Seseorang memukul tengkuknya hingga dia tak sadarkan diri.

.

#

.

Saat ini Kangin tengah asik bercerita dengan rekannya hingga saku jasnya bergetar. Dia mengabil hpnya dan langsung membaca pesan yang masuk.

Tak jauh berbeda dengan kedua rekannya, Yesung dan Donghae. Air mukanya pun langsung berubah saat menerima pesan itu.

Dia langsung berbalik dan berlari keluar, Leeteuk yang melihat suaminya seperti terburu-buru ingin mengejarnya. Namun panggilan Eunhyuk menghentikan langkahnya. Hatinya merasa tak tenang melihat suaminya pergi tanpa pamit kepadanya.

“Ada apa denganya?” tanyanya dalam hati.

Kangin terus berlari ke tempat yang dituju dan saat dia baru mencapai pintu gerbang ruangan itu seseorang memukul tengkuknya dengan keras dan dia kehilangan kesadarannya.

.

#

.

“Hah… tak kusangka mudah sekali melumpuhkan kalian,” ujar seseorang berpakaian hitam itu.

Drrrttt… ddrrrttt

Cklekkk

“Bagaimana?”

“Aku sudah melumpuhkan mereka, dan kau harus tau Lee Sooman, bukan hanya Donghae dan Yesung.”

“Apa maksudmu?”

“Aku menambah seseorang lagi, dia Kangin. Aku yakin kau ingin aku menghabisinya.”

“Aku memang ingin kau menghabisinya, tapi tidak sekarang Mr. Black!!!”

“Aku mau sekarang, masuklah kekamarmu dan nyalakan tv diruangmu itu. Kau akan menikmati pertujukan dari ku kali ini.”

“Ta…”

Cklekk

“Aku lelah menjadi suruhanmu Lee Sooman, jadi aku akan menuntaskan semua untukmu malam ini,” ujar Mr. Black bosan.

Diangkatnya tubuh Kangin dengan segera dan dibawanya masuk kedalam gedung itu.

.

#

.

Lee Sooman masuk dengan cepat kedalam kamarnya dan menyalakan tv dalam ruangannya itu. ditinggalkannya pesta yang belum selesai itu. Tubuhnya menegang melihat pemandangan didepannya.

Dia melihat Mr. Black tengah berdiri di depan sebuah ruangan kaca yang besar, dimana didalam ruangan kaca itu dia bisa melihat Donghae, Yesung, dan Kangin digantung dengan posisi terbalik dan dalam keadaan tak sadarkan diri.

Dia melihat Mr. Black tersenyum kearah kamera, dia bergidik ngeri melihat senyum itu. Entah kenapa sesaat dia merasa takut sekali.

“Kau puas dengan hasil kerjaku?” terdengar suara Mr. Black menggema dalam kamarnya.

Lee Sooman terkejut dan dengan terburu-buru mengecilkan volume tv agar tak ada orang lain yang mendengarnya.

“Ya… aku puas,” jawabnya.

“Ini belum selesai Sooman-sshi.”

Sooman menegang mendengar itu. “Apa yang akan dilakukannya?”.

.

#

.

Henry bersimpuh dengan air mata mengalir di makam appanya, Sungmin, Kyuhyun dan Zhoumi hanya diam saja melihat itu. mereka membiarkan Henry mengeluarkan semua isi hatinya dengan air matanya.

Cukup lama mereka membiarkan Henry dalam keadaan yang sangat menyedihkan itu, hingga akhirnya Zhoumi berjalan medekati Henry dan mengelus lembut punggung yeoja mungil itu.

“Cukup Henry-ah, appa mu akan sedih melihatmu seperti ini. Ikhlaskan kepergian appa mu agar beliau tenang disana,” ujar Zhoumi pelan.

Henry berbalik menghadap Zhoumi, dia memandangnya dengan matanya yang memerah. Zhoumi merasa kasihan melihatnya dan menarik yeoja mungil itu dalam pelukannya.

“Sssttt… uljima, geumanhe,” bisik Zhoumi.

Sungmin tak tahan melihat itu semua, dia berbalik dan berlari dari sana.

“Sungmin-ah?” Kyuhyun mengikutinya.

Henry yang melihat itu semakin dalam terisak, dia tahu Sungmin tak tega melihat keadaannya seperti ini. Tapi untuk kali ini dia ingin mengeluarkan semuanya, dia lelah menahan semuanya. Dia ingin menangis sepuasnya, mengeluarkan semua kekesalan hatinya.

Mianhae unnie…” lirihnya pilu.

“Sssttt… kau tak perlu meminta maaf, aku yakin Kyuhyun bisa menenangkan Sungmin. Berhentilah menangis, kau tak boleh menangis berlama-lama seperti ini. Apa kau ingin membuat appa mu khawatir dengan keadaanmu ini, hem?” tanya Zhoumi, diusapnya kedua pipi Henry yang basah oleh air mata.

Henry hanya mampu menggeleng, perlahan tangisnya mereda. Hanya tinggal sesegukan dan itu membuat Zhoumi sangat lega.

Cha… bukankah tadi kau membeli buah dan soju? Kajja kita minum itu. cuaca sangat dingin,” ajak Zhoumi.

Henry mengangguk, seulas senyum tulus melengkung dibibir mungilnya. Dia segera beranjak mengambil buah dan soju yang dibawanya dan meminumnya dengan Zhoumi.

“Apakah Minnie unnie sudah tak menangis lagi?” gumam Henry lirih.

“Kau tenang saja, kau bisa mengandalkan Kyuhyun. Kulihat sepertinya dia menyukai Sungmin,” jawab Zhoumi.

“Hem… aku pun melihat itu,” kata Henry.

Mereka berdua terus meminum soju dan memakan buah-buahan itu, tanpa menyadari ada dua orang yang tengah mengincar mereka dari tadi. Mereka bersembunyi diantara gundukan makam hingga Zhoumi maupun Henry tak menyadari keberadaan mereka.

Zhoumi berdiri, Henry menatapnya bingung.

“Ahaha… sepertinya aku kebanyakan minum, aku jadi ingin buang air kecil,” ujar Zhoumi nyegir.

“Hahaha… kau lucu sekali oppa, pergilah. Aku tunggu disini,” jawab Henry dengan kekehan kecilnya.

Nde… jangan kemana-mana arra?” kata Zhoumi sebelum pergi.

Zhoumi melangkah mendekati hutan yang ada di dekat pemakaman itu, seseorang yang bersembunyi dan mengintai mereka perlahan berjalan mengikuti Zhoumi.

Setelah melihat Zhoumi yang cukup jauh dari tempat Henry, orang yang bersembunyi itu mendekati Henry perlahan.

Henry yang menyadari ada seseorang mendekatinya segera menoleh kebelakang. “Ahh… ahjussie, ada yang bisa kubantu?” tanyanya saat melihat orang tersebut.

Orang asing itu menatap Henry sekilas, melihat kekanan dan kekiri kemudian dia segera membekap henry menggunakan sapu tangang yang telah dikasihnya obat bius. Henry meronta memukul-mukul lengan orang yang membekapnya itu, namun efek obat itu membuatnya semakin lemah dan akhirnya terkulai tak sadarkan diri.

Sementara itu seseorang yang dari tadi mengikuti Zhoumi pun melakukan hal yang sama, saat Zhoumi tengah berdiri membelakanginya bersiap membuang air kecil segera dibekapnya namja tinggi itu, Zhoumi meronta, dia menyiku rusuk orang yang membekapnya dengan sikunya, hingga akhirnya dia terkulai tak sadarkan diri karna efek obat bius di sapu tangan itu.

Orang asing tersebut segera mengangkat tubuh tinggi Zhoumi dan menghampiri temannya yang telah mengangkat tubuh Henry. Mereka berjalan cepat meninggalkan pemakam itu menghampiri sebuah mobil hitam yang sedari tadi menunggu mereka.

.

#

.

Kyuhyun memeluk Sungmin, menenngkan gadis manis itu. Saat ini mereka tengah berada di sebuah sungai kecil di sekitar pemakaman itu. Cukup jauh memang dari pemakaman namun sangat menyejukkan dan cocok sebagai tempat untuk menenangkan diri.

“Aku akan membalaskan dendam ini, aku akan membalaskan rasa sakit hati Henry,” racau Sungmin dalam pelukan Kyuhyun.

Kyuhyun mengusap lembut rambut Sungmin, “Tenanlah Minnie-ah, jangan turuti amarahmu. Henry hanya menumpahkan semua isi hatinya, kau harus paham itu.”

“Tapi dia terlihat sangat menyedihkan Kyu, aku tak suka melihat itu,” ujar Sungmin gusar.

“Sssttt… tenanglah Minnie-ah, tenangkan dirimu. Aku akan membantumu membalaskan dendam mu. Aku janji,” ucap Kyuhyun.

Sungmin mendongak menatap Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum manis memandang Sungmin. “Aku akan membantumu, aku tak mungkin membiarkan seseorang yang aku sayangi, sangat aku sayangi ini terluka karena membalaskan dendam adiknya. Aku akan membantumu Sungmin-ah.”

“Kyu… Kyu kau???”

“Nde… aku menyukaimu Sungmin-ah, aku sangat menyukaimu dan mencintaimu dari dulu. Aku akan membantumu,” jawab Kyuhyun, walaupun dalam hatinya dia bingung bagaimana cara membantu Sungmin. Padahal pihak kepolisian aja di buat bingung, siapa pelaku pembunuhan itu.

Sungmin merona mendengar ucapan Kyuhyun, dia menunduk dan menyembunyikan wajahnya di dada hangat Kyuhyun.

“Hei… kau tak berniat menjawab perasaanku?”

Sungmin kembali mendongak menatap Kyuhyun, dia tersenyum manis dan akhirnya mengangguk dengan wajah memerah.

Kyuhyun nyegir senang melihat Sungmin menganggukkan kepala dengan wajah memerah “Manis” ujarnya dalam hati. Dan dia menundukkan kepalanya, mengilangkan jaran anatar dirinya dan Sungmin hingga dia merasakan bibir hangat Sungmin.

Mereka berciuman untuk pertama kalinya dengan hati senang, tanpa mereka sadari dua orang asing mendekati mereka dari dua arah. Satu orang berada di belakang Kyuhyun dan satu orang berada di belakang Sungmin. Mereka memukul tengkuk Sungmin dan Kyuhyun hingga kedua orang itu tak sadarkan diri.

Dengan mudahnya tubuh Kyuhyun dan Sungmin mereka angkat dan dimasukkan kedalam sebuah mobil hitam yang menghampiri mereka.

.

#

.

Lee Sooman terus memperhatikan layar kaca itu dengan tubuh menegang, dia bisa melihat empat orang datang dengan mengangkat seseorang dimasing-masing tubuh mereka. Mr. Black keluar dan memberikan arahan kepada ke empat suruhannya itu untuk meletakkan tubuh ke emat orang itu di kursi yang telah disediakan.

Lee Sooman mengamati wajah ke empat orang yang tak sadarkan diri itu.

I… itu, itu keluarga mereka bertiga.”

Lee Sooman hanya diam menatap layar kaca itu, bahkan saat Mr. Black menyeringai kearahnya melalui kamera yang terpasang di ruangan itu.

“Kita belum memulainya Sooman-sshi, ada seseorang yang belum hadir disini untuk menyaksikan acara ini,” suara Mr. Black menggema dalam kamar Lee Sooman.

“Hem… lakukan sesukamu,” jawab Sooman mencoba mengikuti permainan Mr. Black.

.

#

.

“Yupzz… selesai, waktunya pulang. Kajja,” ajae Siwon ke Heechul.

Heechul mengangguk dan segera berdiri mengambil tasnya. Mereka berdua kelaur dari ruang kerja mereka dengan segera.

Siwon mengambil motornya dan menghampiri Heechul yang tengah menunggunya. Di berikannya sebuah helm kepada Heechul yang diterima dengan segera. Heechul langsung naik ke boncengan dan Siwon melajukan motornya menyusuri jalanan yang mulai gelap.

Tak lama kemudian Siwon sampai di apartemen Hangeng, dia menghentikan motornya dan Heechul turun. Dilepaskannya helmnya dan menyerahkannya ke Siwon.

“Kalau Hangeng hyung tak ada di apartemennya kau bisa menghapiriku di apartemen Kibummie. Dua blog dari sini,” kata Siwon.

Heechul mengangguk dan langsung berjalan ke apartemen Hangeng sementara Siwon melajukan motornya ke apartemen kekasihnya.

Heechul berjalan dengan hati senang. Saat ini dia telah berada di depan pintu apartemen Hangeng. Ditekannya bel apartemen itu namun tak kunjung juga terbuka pintu itu. Heechul mulai jengkel dan mencoba membuka pintu apartemen itu dengan password yang pernah diberikan Hangeng padanya namun itu tak bekerja.

“Apa Hangeng menggantinya? Tapi kenapa? Kenapa dia tak membuka pintu untuku? Apa dia marah padaku? Tapi… apa salahku?” gumam Heechul.

Dia mencoba menekan sekali lagi bel itu, namun tetap sama. Akhirnya dengan penasaran dia membalikkan badannya, dia akan menyusul Siwon dirumah kekasihnya. Heechul memutuskan untuk jalan kaki, dia berpikir mungkin akan bertemu dengan Hangeng di jalan nanti.

.

#

.

“Nghh… ahhh, Siwon-ahh,” Kibum mendesah nikmat saat Siwon menghisap kuat nipplenya.

Ya… saat ini Siwon dan Kibum tengah saling mencumbu di apartemen Kibum.

Siwon terus mencumbu Kibum dengan lidah hangatnya yang menghisap kuat nipple kekasihnya yang telah menegang sempurna itu.

Perlahan ciumannya turun ke perut Kibum dan lidahnya memutari pusar Kibum.

“Mmmhhh~~”

Tangan kana Siwon turun membelai selangkangan Kibum dan itu sukses membuat Kibum mendesah dengan badan bergetar.

.

*Hwaaaa… aku pertama kali ini buat NC yang straight aigooo… eottokhe??? Ahhh…. aku maluuuuuuuuuuu.* #sembunyi di belakang Ming – plakkk

.

Jemari Siwon berhasil menyentuh sesuatu yang sudah sangat basah dan lembab di daerah selangkangan Kibum. Jari manisnya menyibakkan sesuatu yang menghalangi gerak jarinya itu. Jari tengannya menyentuh klitoris Kibum dan menekannya.

“Aahhh…” desah Kibum menahan nikmat yang diberikan Siwon.

Perlahan jemari Siwon masuk kedalam diri Kibum, memaju mundurkannya dengan ritme pelan. Kibum terus mendesah nikmat menerima semua rangsangan yang Siwon berikan padanya.

Saat Siwon sedang asik dengan permainannya handphonenya bergetar, dihentikannya aktifitasnya sejenak dan dia melihat nama Heechul terpampang di layar. Dia beranjak bangkit dan mengangkat panggilannya.

Waeyo?” tanyanya malas.

“Yah… kenapa suara seperti itu heh? Aku mengganggumu?”

“Sangat!!!” sahut Siwon ketus.

“Aigoo… Hangeng tak ada di apartemennya, apartemen pacarmu dimana? Aku sudah berkeliling dari tadi tapi aku tak menemukan alamat yang kau sms tadi.”

“Hah… aku akan segera keluar menemuimu, jangan kemana-mana, tetap ditempatmu.”

Siwon mematikan sambungan telponnya dan segera berbalik menatap Kibum yang tengah mengerutkan keningnya.

“Tadi Heechul, pacar Hangeng hyung. Tadi dia bersama ku dan berhenti di apartemen Hangeng hyung karna dari tadi Hangeng hyung tak bisa di hubungin. Aku bilang padanya untuk datang kesini jika Hangeng hyung gak ada. Maaf chagiya, sepertinya kita harus menunda ini dulu.” Jelas Siwon. Dihampirinya Kibum dan mencium bibirnya dengan dalam. Kibum mengalungkan lengannya di leher Siwon dan meremas pelan rambut Siwon. Siwon menggigit bibir bawah Kibum membuat Kibum membuka bibirnya, mempersilahkan lidah hangat dan basah Siwon menjelajahi rongga lembabnya.

“Mmmhhh…” Kibum mendorong pelan dada Siwon saat kekasihnya itu akan beraksi lebih jauh lagi.

“Kau… nghh… kau sudah janji… umhh, dia menunggumu… ahhh” Kibum berbicara di sela desahannya saat Siwon menghisap kuat lehernya dan tangannya meremas payudaranya #O.O.

Siwon menghentikan aksinya dan mencium kening Kibum dengan sayang.

“Bersihkan dirimu,” perintah Kibum.

Siwon menurut dan masuk kedalam kamar mandi membersihkan dirinya. Kibum memakai kembali pakaiannya dan merapikan ranjangnya yang sempat berantakan. Tak lama Siwon keluar dan sudah rapi mengenakan pakaiannya. Dihampirinya Kibum dan dikecupnya bibirnya sekilas.

“Aku pergi chagiya, jaga dirimu.”

Kibum mengantar Siwon sampai didepan pintu apartemennya dan kembali masuk kedalam kamarnya. Masuk kedalam kamar mandi membasuh wajahnya.

Saat dia keluar dari kamar mandi dia melihat pistol Siwon tertinggal diatas meja riasnya.

“Aigoo… ceroboh sekali dia,” gumam Kibum menyahut pistol itu dan berlari keluar apartemennya. Dia yakin Siwon belum terlalu jauh, dan tebakannya benar.

Kibum berlari menghampiri Siwon yang berada tak jauh didepannya. Saat dia akan berteriak memanggil Siwon dia melihat seseorang memukul tengkuk Siwon dengan balok dan membuat kekasihnya itu pingsan dan terjatuh dari motornya.

Kibum langsung bersembunyi di balik tembok yang ada didekatnya, dia melihat orang itu mengangkat tubuh Siwon dan memasukkannya kedalam mobil hitam yang tak jauh berada dari mereka.

Setelah melihat mobil itu menghilang dengan cepat Kibum berlari menghampiri motor Siwon. Dia mengendarai motor itu mengejar mobil yang membawa kekasihnya, untung saja tadi dia sempat menghapal nomor polisi mobil itu.

Sementara itu disisi lain yang berlawan arah dengan tempat Kibum bersembunyi tadi, Heechul juga melihat hal itu.

Heechul juga bersembunyi di temapt yang tak mudah terlihat dan mengamati orang yang telah memukul Siwon. Dia menghapal nomor polisinya dan menyetop taxi untuk mengikuti mobil itu.

“Apa yang akan mereka lakukan pada Siwon” pikir Kibum dan Heechul bersamaan.

.

#

.

Mr. Black menoleh saat anak buahnya masuk dengan membopong tubuh Siwon. Matanya menatap datar dan dingin wajah Siwon.

Mianhe,” gumamnya sambil menepuk pundak Siwon.

“Letakkan dia di tempatnya.”

Anak buahnya menuruti perintahnya dan mendudukkan Siwon di satu-satunya kursi kosong yang ada. Begitu Siwon terduduk di kursi itu tangan dan kakinya langsung terbelenggu besi.

Mr. Black menatap kamera yang menghubungkannya dengan Lee Sooman. “Kita mulai pertunjukannya sekarang Sooman-sshi.”

Mr. Black memberi isyarat kepada anak buahnya untuk meninggalkan ruangan itu. Dia duduk didalam sebuah ruangan monitor yang tak terlihat siapapun.

Dia menekan tombol biru di dekatnya dan mengakibatkan sebuah selang yang telah terhubung menyemburkan air dengan sangat deras dan menyiram kedelapan orang yang tengah terduduk tak sadarkan diri itu.

“Uwaahhh…” teriak mereka serempak dan langsung sadar.

Sungmin hendak berdiri namun tangan dan kakinya terbelenggu besi, dia menoleh dan melihat kekanan dan kirinya. Dilihatnya ummanya yang berada tepat dikanannya.

Umma…” serunya.

“Minnie-ah, Henry-ah,” seru Eunhyuk saat melihat anaknya dan keponakannya ada di sebelahnya.

Siwon melihat kekanannya dan melihat ummanya juga adiknya yang tengah menatap kearahnya. Dia juga bisa melihat istri Yesung dan Zhoumi.

Saat Siwon akan berseru memanggil adiknya tiba-tiba lampu menyala terang di depannya.

Semuanya memejamkan matanya dan perlahan membuka matanya membiasakan diri dengan cahaya terang itu.

Sontak mereka semua membelalak melihat siapa yang tengah tergantung dengan posisi terbalik didalam ruangan itu.

APPAAAAA…” seru Sungmin, dia menggerak-gerakkan tubuhnya namun itu tak berarti apa-apa malah hanya melukai tangannya yang tergesek dengan besi yang membelenggu kedua tangannya.

“Sial!!!” seru Kyuhyun gusar. “Minnie-ah, tenanglah. Tanganmu terluka,” serunya pada Sungmin.

“Arghhh…” Siwon berteriak marah. “YAAA… LEPASKAN AKU!!!”.

“Diam dan nikmatilah,” sebuah suara menjwab teriakannya.

BYASHH

Semua menoleh kedalam mendengar suara air dan mereka melihat ketiga orang yang tergantung terbalik didalam ruangan itu terbangun.

“Ukhhh…” seru Donghae merasakan nyeri di tengkuknya.

AHJUSSIEEEE” teriakan Zhoumi menyadarkan Yesung dan dia melihat lurus didepannya ada istri dan keponakannya yang terikat di kursi.

“Uhuk… uhuk…” Kangin terbatuk karena air yang menyiram wajahnya.

Tiba-tiba ratusan jarum menyerbu kearah Yesung, Kangin dan Donghae dan menembus kulit mereka.

“ARGHHH…” jerit mereka bertiga merasakan sakit saat ratusan jarum itu bersarang ditubuh mereka.

Kedelapan orang yang mendengar jeritan itu menegang saat melihat darah merembes keluar dari tubuh Yesung, Donghae dan Kangin.

Seakan tak cukup dengan ratusan jarum yang menusuk ditubuh mereka, tubuh mereka yang telah terluka itu tersiram oleh air yang mengalir dari atas langit-langit ruangan itu.

“ARGHHHH…” jerit pilu menyayat hati kembali terdengar.

Badan Yesung, Donghae dan Kangin serasa terbakar saat air itu menyiram tubuh mereka. Mereka yakin air itu adalah air garam yang membuat tubuh terluka mereka menjadi perih.

APPAAAAAAA…” teriak Sungmin gusar melihat itu, Air mata sudha membasahi kedua pipinya, dia terus meronta agar besi yang membelenggu tangannya itu terlepas. Namu sia-sia, dia hanya menambah luka di tangannya semakin dalam.

“Arggghhh… “ hal yang sama terjadi pada Siwon dan Kyuhyun, mereka miris melihat keadaan appanya yang tersiksa dalam ruang  itu.

Ketiga orang didalam itu seakan seperti penjahat negara yang saat ini tengah di introgasi dimintai keterangan dimana mereka menyembunyikan temannya yang lain.

Tubuh Henry menegang menyaksikan itu semua, memori akan kematian ayahnya kembali melintas di otaknya. keringat dingin menbajiri wajahnya yang pucat itu. dia menggigil ketakutan melihat itu semua. Zhoumi yang menyaksikan itu menjadi gusar, tangannya sudah cukup terluka parah karena dia terus berusaha melepaskan diri dari tadi.

“Sial… sial… sialll!!!” makinya berulang kali.

Dan mereka berdelapan kembali dikejutkan dengan teriakan menyayat itu lagi.

“ARGHHH…”

“Arggghhh… SAKITTTTT!!!” teriak Donghae pilu.

Ratusan silet berterbangan menyayat sekujur tubuh mereka bertiga.

Perih.

Sakit.

Sakit sekali rasanya saat tubuh mereka tergores benda tipis dan tajam itu.

Dan mereka semua kembali menegang saat sebuah gergaji panjang melintang dan perlahan bergeran menuju ke perut mereka bertiga.

“Arghhhh… LEPASKAN AKU,” teriak Kyuhyun.

APPAAAA… APPAAA…” Sungmin juga berteriak di sela tangisnya melihat itu.

“Hiks… hentikan, kumohon hentikan. Jangan sakiti mereka,” Seru Wookie pilu.

Gergaji itu terus bergerak dengan pelan menuju kearah Yesung, Donghae dan Kangin. Tubuh ketiganya menegang melihat hal itu, mereka meronta sekuat tenanga melepaskan diri namu itu percuma.

“TIDAK… TIDAK… CUKUP… JANGAN SAKITI MEREKA. Aku mohon hentikan ini, jangan bunuh mereka. Aku mohon,” Seru Leeteuk di sela isak tangisnya. Hatinya begitu sakit melihat suaminya menderita didalam sana. Dia tak pernah menyangka akan mengalami hal ini, menyaksikan suaminya disiksa di depan matanya sendiri.

Siwon miris melihat ummanya memohon seperti itu. Hatinya berkecamuk marah tak bisa melakukan hal untuk menyelamatkan appanya. “Apakah aku akan menyaksikan appaku disiksa hingga meninggal di depan mataku sendiri???!!!”.

“Hentikan… siapapun kau hentikan ini, jangan sakiti mereka. Katakan apa yang kau inginkan. Hentikan ini. HENTIKANN!!!” teriak Zhoumi gusar.

Namun teriakan hanya tinggal teriakan dan amarah hanya tinggal amarah. Semua tak ada artinya saat lengkingan menyakitkan keluar dari bibir mereka bertiga yang tersiksa didalam. Semuanya menegang menyaksikan gergaji itu perlahan mengoyak perut ketiga orang itu.

DORR

Suara tembakan mengejutkan mereka. Siwon melihat Heechul dan Kibum berlari masuk kedalam sebuah ruangan diamana duduk seseorang, dalang dari semua penyiksaan itu. Heechul menekan tombol merah hingga gergaji itu berhenti.

Dia tau tindakannya terlambat namun dia tak ingin melihat ketiga tubuh tak berdaya itu terpotong menjadi dua didepan semua keluarganya.

Kibum menekan semua tombol dengan nafas memburu. Heechul menahan tangan Kibum. “Jangan lakukan itu atau kau akan melukai mereka semua. Tombol-tombol itu memiliki fungsi masing-masing, kita tak tau mana tombol yang berfungsi menghentikan ataupun memulainya.”

“Aku mau membebaskan mereka semua, aku mau mereka bebas,” teriak kibum kalut.

Ya… mereka telah menyaksikan penyiksaan itu dari tadi, namun mereka tak punya cara untuk masuk kedalam ruangn itu karena banyaknya anak buah Mr. Black yang menghadang mereka. Heechullah yang bekerja keras hingga mereka bisa masuk dan menodong seorang anak buah Mr Black untuk mengatakan dimana Mr. Berada dan mengendalikan semua penyiksaan itu.

“Lakukan pelan-pelan, aku akan mengejar orang tadi,” pesan Heechul dan berlari keluar mengejar Mr. Black.

Kibum menuruti omongan Heechul, dia mengamati serngkaian tombol yang ada didepannya. Ditekannya sebuah tombol yang berwarna putih.

CKLEKK

Suara keras itu menegangkan tubuh Kibum, dia menatap dengan cemas kearah tiga orang dalam ruangan itu, yang entah apakah mereka masih bernyawa atau sudah tiada. Menyadari tak terjadi apa-apa dia mengalihkan pandangannya ke depalan orang di luar ruangan itu, dan dia benafas lega saat melihat mereka semua terbebas dari belenggu besi yang mengikat erat tangan dan kaki mereka.

Siwon berjalan mengahampiri Kibum, memeluk kekasihnya yang memiliki beberapa luka ditubuhnya. Diciumnya bibir Kibum dengan kasar, ciuman yang penuh dengan rasa takut, kalut, dan sedih. Kibum mengelus lembut punggung kekasihnya.

Siwon menyudahi ciumannya dan langsung beralih menatap tombol-tombol yang terpampang jelas di depannya. Otaknya berputar keras mencari tombol untuk membuka pintu ruang dimana ayahnya dan kedua temannya disiksa. Instingnya mengatakan dia harus menekan tombol berwarna ungu, dengan menguatkan keyakinan dalam hatinya dia mombol itu. Namun sebelum dia sempat menekan tombol itu, Kibum menahan tangannya. Siwon menatapnya tak mengerti.

“Hati-hati Woonie, kalau kau salah maka bisa fatal akibatnya,” jelasnya.

Siwon paham akan itu, dia mengangguk dan dengan memejamkan matanya dia menekan tombol berwarna ungu itu.

Krieeetttt

Terdengar deritan pintu terbuka, Siwon membuka matanya dan menghela nafas lega saat dirinya menekan tombol yang benar. Dia berlari masuk kedalam ruangan itu di ikuti oleh Kibum. Siwon menangis menatap keadaan ayahnya dan kedua teman ayahnya itu.

Puluhan jarum menusuk sekujur tubuh mereka, luka sayatan silet di sekujur tubuh mereka dan dengan perut yang berlubang akibat gergaji hingga isi dalam perut mereka nyaris keluar andai tak segera di hentikan.

APPAAA…” teriakan Sungmin membuat Siwon tersadar dari pikirannya. Dia melihat semua orang masuk kedalam, bahkan ibunya dan kedua istri dari teman appanya itu pingsan.

“Denyut nadinya masih ada, lemah sekali. Cepat kita turunkan,” teriak Zhoumi. “Sungmin telpon polisi,” lanjutnya.

Siwon, Kyuhyun dan Zhoumi berusaha sekuat tenaga melepaskan rantai yang mengikat kaki-kaki ketiga orang itu. Mereka tak berani menggunakan tombol itu atau sesuatu yang lebih parah akan terjadi.

Sungmin menelpon kepolisian yang tak lama kemudian mereka semua datang dan membantu Siwon, Kyuhyun dan Zhoumi.

Akhirnya ketiga orang tersebut bisa diturunkan dan sesegera mungkin dilarikan kerumah sakit. Semua ikut kerumah sakit kecuali Zhoumi yang masih setia menunggui Henry yang tengah menangis di kursinya.

“Henry-ah, tenanglah. Semua akan baik-baik saja,” ucap Zhoumi sembari mengelus sayang rambut Henry.

Henry hanya diam, dia terisak didalam pelukan Zhoumi. Zhoumi mengajaknya pulang namun Henry tak mau, dia terlalu takut dengan hal tadi. Melihat orang-orang yang dikenalnya tersiksa mengingatkannya kembali dengan keadaan appanya yang telah tiada. Ingatan mengerikan terlintas di otaknya. Dia bisa membayangkan bahwa appanya disiksa dengan tak jau beda dari ketiga orang yang dilihatnya tadi.

Zhoumi terkejut saat Henry mencengkram erat bajunya, dia merasakan tubuh Henry yang bergetar.

“Aish… kalau begini keadaanya aku terpaksa harus melakukan ini, mianhae Henry-ah,” pikirnya dan dengan tenaga penuh dia memukul tengkuk Henry hingga tak sadarkan diri dalam dekapannya. Ditariknya Henry hingga dia bisa melihat wajah Henry, di usapnya sayang kedua pipinya. “Mianhae,” ujarnya lirih dan langsung menggendong tubuh Henry.

.

#

.

Heechul terus berlari mengejar sosok yang berpakaian hitam itu, dia menembus hujan tanpa menghiraukan dinginnya air hujan yang menerpa tubuhnya. Saat dekat dia ingin menembak langsung sosok itu, namun dia urungkan. Sepertinya targetnya tak menyadari kalau dia berhasil mengejarnya. Orang tersebut berhenti di sebuah rumah tak terpakai di pinggiran kota Seoul. Heechul bersembunyi de sebuah pohon besar didekat rumah itu.

“Arghhh… sialllll, kenapa mereka sampai ada disana?!!!” seru sosok tersebut.

Heechul tersentak mendengar suara itu.

“Suara ini???!!! Tidak… tidak mungkin dia.”

Heechul melihat orang tersebut membuka jass tebal yang menutupi tubuhnya. Heechul kembali tersentak melihat postur tubuh itu.

“Tidak… tidak mungkin dia.”

Dan Heechul membelalakkan matanya begitu orang tersebut membuka topeng yang menutupi wajahnya. Dadanya sesak melihat wajah yang sangat dikenalnya itu, perlahan air matanya turun. Dia tak menyangka kalau ternyata itu adalah orang yang sangat dicintainya. Perlahan dia keluar dari persembunyiannya dan mendekati sosok itu.

“Hangeng!!!” serunya lirih dengan pilu.

DEGH

Sosok  mematung di tempatnya, dengan gerakan perlahan dia memutar tubuhnya dan matanya membelalak lebar.

“Heechul-ah” kelunya.

DUARRR…

Guntur menggelegar seakan menghancurkan bumi, kilar menyambar bagaikan cemeti yang siap membelah bumi.

Dalam cahaya kilat itu Hangeng melihat Heechul menodongkan pistolnya tepat kearah jantungnya.

Tiba-tiba…

“Huwahahahaha… Hangengggg, aku merindukanmu,” serunya berlari memeluk Hangeng dengan gaya centil dan senyum merekah dibibirnya.

“Ahh… Heenim chagiyaaaa… aku juga merindukanmuuuuu~~~” berlari menyambut Heechul dengan gaya film india yang tengah berlari menyambut kedatangan kekasihnya dengan tangan terentang siap memeluk, diiringi Backsound “Cinta Gila” nya Briptu Norman #ngekkk.

#PLAKKKKKK – author ditampol readers.

Wkwkwkwkwk… pisssssss.

Gak gitu ding :P, saya pengen gangguin reader aja :P. Tegang gak bacanya??? Aku yakin tegang deh #PD Selangit.

Ekekekeke… TBC dulu ye??? :P.

Mian untuk update yang sangat… sangat… sangatttttttt luamaaaaaaaaaa bangettttttzzzzz #ngekkk.

Gomawo buat yang selalu mengingatkan melalu FB, Twitter dan Komen di WP :). I Lop U sekarung pulllll… #readers muntah.

Mian jika ceritanya tak sesuai harapan :(. Dan… ehem… untuk adegan penyiksaan yang gak banget kayaknya. Saya kurang puas di bagian siksa menyiksa itu. Aish… saya lemah di bagian menyiksa orang #ngekkk.

Mungkin chapter depan adalah chapter terakhir. Saya mau cepat-cepat menamatkannya, biar gak punya utang #plakkk.

Yeeeyyy… selesai. Semoga chap ini nggak mengecewakan^^. Gomawo all, buat reviewnya. Untuk yang “Kerinduan” semoga gak lama saya update.

Silahkan review bagi yang berkenan^^, yang tidak gak papa kok^^. Flamers juga di bolehin review kok,, Basher juga… kalo ada tapi :P.

Annyeonggg… samapi jumpa di chap depan, kalo ada umur panjang saya mengetik^^.

About these ads

2 comments on “The Devil’s Teardrop [Chap. 4]

  1. Huwahhh…!

    Udah ku duga, ternyata emang Hangeng ge yang jadi Mr.Black…

    Untung Kibum n Heechul datang pada waktu yang tepat, walaupun hampir ngga tepat *apadehh?*

    Entar apa yang dilakuin Heenim setelah tau Hangeng itu Mr.black tersebut?
    Terus kenapa Hangeng melakukan hal itu?

    Next chap. Update kilat eonn^^

    _Fye_

  2. hiks..hiks..hiks… Jangan buat Hangeng ku jadi sadis gini? buat kek tiba2 itu kembarannya Hangeng yang jahat.

    Sebelum di blog ini aku pernah baca fic ini juga di FFn juga. Terus Sulli ssi mau hiatus dari FFn yach?
    terus nanti Sulli shi mau namatinnya fic ini dimana? jangan lama2 updatenya yach…plis..plis

    Keep Writing yach… terutama HanChull Pair *maklum Hanchull Shiper*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s